|
BASILIKA ST. ANTONIUS PADUA
Basilika yang ada saat ini merupakan bangunan yang berdiri di atas 3 konstruksi sebelumnya dalam kurun waktu 70 tahun, mulia tahun 1238-1310.
Pada masa Santo Antonius, di tempat ini awalnya berdiri sebuah gereja kecil bernama Santa Maria Mater Domini, yang pada akhirnya disatukan ke dalam bangunan Basilika. Bagian bekas gereja kecil ini sekarang bernama Chapel of the Black Madonna.
Ketika St. Antonius wafat pada tahun 1231 di daerah Arcella (utara kota Padova) dimana berdiri Biara Clarisse, sesuai dengan keinginannya jenazahnya disemayamkan di dalam Gereja Kecil Santa Maria Mater Domini. Kemudian pembangunan konstruksi awal dari Basilika pun dimulai pada tahun 1238 setelah melalui beberapa renovasi sampai basilica yang berdiri saat ini.
Makam dari St. Antonius yang disebut sebagai tabut dari awalnya, berada di altar dari kapel yang bernama Chapel of the tomb of St. Anthony. Pada awalnya jenazah St. Antonius berada di Kapel St. Maria Mater Domini (yang sekarang disebut Chapel of the Black Madonna) mulai dari tahun 1231 sampai 1263. Kemudian dari tahun 1263 sampai 1310 jenazahnya berada di bagian tengah Basilika di bawah altar utama. Lalu sampai akhirnya mulai dari tahun 1350 – sekarang dipindahkan ke dalam kapel yang sekarang ini disebut sebagai Chapel of the tomb of St. Anthony.
Di dalam Gereja terdapat 3 tempat yang menyimpan relikwi dari Santo Antonius dan Santo-santo yang lainnya. Yang menjadi bagian paling penting adalah tempat yang menyimpan relikwi lidah dari St. Antonius sendiri yang masih utuh sampai saat
ini.
SANTO ANTONIUS
Santo keajaiban dan mukjijat
TANAH AIRNYA DI LISBON
St. Antonius lahir di Lisbon pada tahun 1195 dari sebuah keluarga bangsawan yang kaya dan terhormat. Orang tuanya mengirim dia studi untuk berharap suatu hari kelak anaknya akan menjadi seorang magister atau uskup. Tetapi anak ini, yang menerima nama baptis FERDINAND, kecewa dengan rencana orantuanya yang sangat ambisius. Antonius kecil sangat rajin berdoa. Sebuah lukisan yang melegenda menceritakan kepada kita : suatu hari sementara dia sedang berdoa di Katedral Lisbon, dia mengusir setan dengan membuat tanda salib di atas lantai.
RELIGIOSITAS DAN IMAM
Ketika usianya mencapai 13 tahun, setelah doa yang panjang dan refleksi yang sangat serius, dia meninggalkan istananya yang kaya dan pergi ke biara Santo Vincent. Ordo religius ini masih ada sampai sekarang dengan nama : Ordo Santo Agustinus. Di dalam ordo ini Antonius mendapatkan pendidikan intelektual yang sangat baik sehingga dia menjadi salah seorang religius yang sangat pandai di daratan Eropa pada permulaan abad ke 13.
Namun kehidupan di dalam biara di situ tidak mendukung kehidupan Antonius. Maka dengan ijin superiornya, dia meninggalkan biara tersebut dan menuju ke biara St. Agustinus yang penuh kedamaian di Coimbra, pada saat itu Coimbra menjadi ibukota dari kerajaan Portugal. Di situ dia melanjutkan studinya dengan intensif sampai berumur 25 tahun dan pada saat itu dia telah ditahbiskan menjadi imam.
MENUJU SUATU KEHIDUPAN BARU
Pada bulan Februari 1220, di Coimbra tersiar kabar bahwa ada 5 misionaris Fransiskan terbunuh di Maroko karena diperlakukan dengan sangat kasar. Sisa-sisa tubuh mereka (relikwi) dikumpulkan oleh orang-orang kristen dan kemudian oleh saudara dari Raja Portugis dibawa ke Gereja Salib Suci di Coimbra. Antonius juga hadir memberi penghormatan kepada para martir muda tersebut. Di kemudian hari peristiwa inilah yang menggerakkan Antonius untuk menjadi misionaris di Maroko dengan harapan dia pun dapat menjadi martir Kristus sekalipun ijin untuk ini sangatlah sulit ia dapatkan karena di luar kebiasaan Fransiskan.
DARI AFRICA ( MAROKO ) KE ASSISI
Ternyata misi di Maroko membawa kekecewaan yang besar bagi Antonius. Praktis dia tidak dapat berbuat banyak karena dia diserang penyakit malaria. Impian untuk menjadi martir Kristus akhirnya harus dia kubur dalam-dalam dia harus pulang kembali ke Lisbon. Sungguh jalan Tuhan tidak selalu sejalan dengan jalan manusia. Tuhan tidak mengijinkan kapal Antonius kembali ke Lisbon. Di tengah badai yang ganas kapal yang dia tumpangi terhempas di pantai daratan Sisilia. Kelemahan fisik dan juga krisis besar yang melanda jiwanya, menghantar dia pergi ke Assisi untuk berjumpa dengan Santo Fransiskus, pendiri ordo Fransiskan sendiri di tahun 1221 pada saat hari raya Pantekosta. Santo Fransiskus sungguh membawa pengaruh yang sangat mendalam dalam diri Antonius, perjumpaan itu membawa rasa damai dan cahaya suci dalam dirinya. Dari Assisi dia meneruskan perjalanan ke Montepaolo di Romagna, dekat Forli. Mengapa ? Karena di sana, dia akan berbicara kepada Tuhan untuk berhadapan muka sebagai teman, dia akan menjadi seorang suci milik Tuhan.
MUSIM SEMI GEREJA
Dalam waktu beberapa bulan saja Antonius telah melakukan perjalanan panjang yang sangat penting : dari Coimbra ke Maroko, dari Sisilia ke Umbria dan pada akhirnya ke tempat yang sangat terisolasi Montepaolo. Tampaknya dia ingin dilupakan orang. Namun rupanya Tuhan sedang menyiapkan dia sebelum kemudian dia banyak berkotbah di hadapan orang-orang. Tuhan ingin Antonius mencapai pertobatan yang sempurna : segala sesuatu itu tak berguna kecuali hal itu suci ; segala sesuatu harus diarahkan untuk kesucian.
Namun demikian suatu hari dia diminta pergi ke Forli untuk suatu pentahbisan imam. Terjadi bahwa pengkotbah pada acara itu tidak datang dan Antonius diminta untuk berkotbah sebagai gantinya. Dia tak dapat menolaknya karena ketaatan memintanya. Maka dia mulai berkotbah. Kotbahnya sungguh membuka kemampuan-kemampuannya yang luar biasa sebagai seorang pengkotbah. Karena inilah kemudian dia dikirim dalam sebuah misi untuk berkotbah di Italia dan Perancis. Dia tidak hanya berkotbah mewartakan kabar gembira dari Injil kepada orang-orang kristiani tetapi juga kepada kaum heretik yang kemudian bertobat. Lebih dari itu Antonius menyumbang tidak sedikit bagi penyelamatan jiwa-jiwa karena pada waktu itu di dalam gereja sendiri terjadi praktek-praktek yang tidak sehat seperti pekerjaan untuk kepentingan-kepentingan politik tertentu , terjadinya kemerosotan moral dan hal-hal lainnya.
Menurut saksi mata yakni Bruder Monaldus, peristiwa yang luar biasa terjadi di kota Arles tahun 1224, sementara Santo Antonius sedang berkotbah, St. Fransiskus datang menampakkan diri dan memberkatinya. ( Bilokusi )
CAHAYA YANG BERSINAR DALAM KEGELAPAN
Dalam masa hidupnya, St. Fransiskus dari Assisi tidak hanya berkotbah kepada manusia tetapi bahkan juga kepada burung-burung di udara. Tidak kurang luar biasa bahwa St. Antonius dari Padua juga berkotbah kepada ikan-ikan di air, ketika manusia tidak mendengarkannya. Peristiwa ini terjadi di Rimeno, sebuah kota yang penuh dengan kaum heretic (bida’ah).
Pada kedatangannya sebagai misionaris, pemimpin kota itu memberikan perintah supaya Antonius diam. Pada kenyataannya Antonius tidak menemukan seorang pun dimana dia dapat berkotbah. Gereja kosong. Dia pergi ke tempat umum tetapi bahkan di sana pun tidak ada jiwa yang bisa diharapkan : tak seorang pun memberi salam kepadanya, tak seorang pun memberi perhatian akan apa yang dia katakan. Antonius berjalan-jalan, berpikir dan berdoa. Ketika dia tiba di tempat dimana sungai Marecchia mengalir ke laut Adriatic, dia berbalik menuju ke laut dan mulai memanggil para pendengarnya yang terpilih : “Hai kamu, ikan-ikan dari sungai dan laut ini, dengarkanlah Sabda Tuhan sebab kaum bida’ah yang tak beriman tidak ingin mendengarkannya ! ”Ratusan, ribuan ikan datang ke permukaan, semua berbaris dalam posisi yang teratur, semua ingin sekali mendengarkan kata-kata nasihat. Keingintahuan dari kaum bidaah mengalahkan ketaatan mereka kepada perintah-perintah pemimpin-pemimpin mereka. Pada awalnya ketertarikan, kemudian kekaguman, pada akhirnya antusiasme; dan dengan perasaan-perasaan ini mereka bertobat, berbalik dan kembali ke
Gereja.
DIA TELAH MENJADI SEGALANYA ( SESUATU ) UNTUK SEMUA MANUSIA
Beberapa mengatakan bahwa ia adalah seorang Yahudi yang tercela, yang lain mengatakan seorang bidaah yang sangat keras hati. Apa pun masalah yang ada, kenyataannya adalah bahwa dalam salah satu kotbah St. Antonius tentang Ekaristi, seorang laki-laki mendekap kakinya dan mulai berbantah :
“Saya akan percaya bahwa Kristus sungguh hadir dalam Hosti Suci (yang sudah dikonsekrir) bila saya melihat dengan mata kepala sendiri keledaiku berlutut di hadapan Sakramen Mahakudus”. Santo Antonius menerima tantangan itu. Selama 3 hari orang yang tak percaya itu tak memberi makan keledainya hingga sangat kelaparan. Saat dan tempat yang disepakati pun tiba. Santo itu datang dengan membawa Hosti Suci dan bidaah itu dengan keledainya. Namun meskipun keledai itu lapar, dia tetap menolak untuk makan makanan yang disediakan oleh tuannya ; sebaliknya keledai itu berlutut menyembah Hosti Suci yang terberkati.
Kita tidak seharusnya berpikir bahwa Santo Antonius membuat kemajuan tidak hanya melalui sarana mukjijat-mukjijat. Seperti seorang murid Kristus yang baik, dia mengalahkan jiwa-jiwa di atas semuanya dengan doa-doa yang keras, contoh yang baik dan diskusi-diskusi pencerahan yang sabar. Terimakasih untuk pekerjaannya yang tak kenal lelah, bersama dengan mereka para misionaris Fransiskan dan Dominikan , orang-orang Kristen Eropa dalam beberapa tahun menerima suatu wajah baru, suatu peremajaan iman dan kehendak baik. Namun demikian tugas-tugas St. Antonius tidak dibatasi hanya berkotbah saja. Dia juga diberi tugas dari superior untuk para saudara-saudaranya di Itali Utara. Dia tidak hanya pendiri studi-studi teologi di Ordonya tetapi mengajar teologi di Bologna, Montpellier, Toulouse dan Padua. Kebijaksanaan dari pekerjaan-pekerjaan yang tersusun membuat pantas baginya bergelar Doktor Injili Gereja (Evangelical Doctor of the Church).
PELAYAN SAKRAMEN TOBAT
“Kotbah, mengajar, mendengarkan pengakuan, sering terjadi sampai matahari telah terbenam dan dia belum makan”. Ini adalah gambaran dari salah satu pekerjaannya yang begitu banyak.
Ribuan orang datang dari mana saja untuk mendengarkan kotbahnya dan secara alami setiap orang mengharapkannya untuk mendengarkan pertobatan mereka. Tipe Kristianitasnya bukanlah tipe yang menyenangkan dan mudah, tetapi disiplin dan keras. Namun demikian ini tidak menyurutkan para peniten karena Santo Antonius mampu memotivasi mereka untuk keutamaan tanpa menimbulkan perasaan untuk memberontak. Karena pekerjaannya yang sangat keras dengan sedikit tidur, sedikit makan, maka kesehatan pun berkurang. Maka tak mengherankan bahwa kesehatannya terus menurun dan beliau meninggal pada usia yang masih sangat muda 36 tahun !
Cerita tentang St. Antonius berkembang dari mulut ke mulut. Seperti seorang peniten yang menuliskan daftar dosa-dosanya. Sementara St. Antonius sedang membacanya, dengan perlahan, satu demi satu, dosa-dosa itu dihapuskan dari kertas tersebut. Atau seorang pemuda dari Padua, yang dipanggil Leonard, yang telah menendang ibunya. Santo Antonius berkata kepadanya dalam pengakuan : “Kaki yang telah menendang ayahnya atau ibunya haruslah dipotong”. Dalam perjalanan pulang, Leonard mengambil kapak dan memotong kakinya. Ibunya sangatlah kecewa, saudara-saudaranya histeris dan semua tetangganya bingung. Antonius dengan tergesa-gesa datang dan setelah berdoa kepada Tuhan, dia menyambung kembali kaki Leonard ke tempatnya semula.
PERJUMPAAN DENGAN TUHAN
Saat dimana Santo Antonius telah tunggu dan terima di dalam iman pada akhirnya datang yakni saat dimana dia harus meninggalkan dunia ini untuk berjumpa dengan Bapa berhadapan muka. Saat itu 13 Juni 1231. Pada tengah hari Antonius turun dari kamarnya dan berada di bawah pohon kenari (walnut). Hampir tidak mungkin dia telah duduk sendiri di meja ketika dia terjatuh. Dia jatuh ke tanah dan teman-temannya tidak membantunya. Dengan suara yang perlahan, biarawan yang sakit itu minta kepada mereka untuk membawanya ke Padua. Dia ingin meninggal di rumah biara yang kecil dekat Gereja Bunda Kita, Santa Maria. Biarawan yang sakit itu dibawa dengan kendaraan ke Arcella, dekat Padua, dimana suster-suster dari Santa Clara tinggal. Sesudah menerima Sakramen Perminyakan, beliau mengucapkan pujian kepada Perawan Maria yang terberkati : “ O Ratu yang mulia, terpujilah di atas segala bintang !”. Matanya yang bersinar memandang selintas ke depan.
“Apa yang engkau lihat ?”, kata biarawan Luke. “Saya melihat Tuhan,” jawab Antonius perlahan. Penderitaannya demikian pendek, dan dia meninggal dengan tenang. Dengan demikian, dalam usia 36 tahun seorang murid Kitab Suci dan murid Kristus yang besar telah meninggalkan dunia ini.
Meskipun para biarawan telah mencoba menyimpan berita tentang kematian Antonius sampai jenazahnya disemayamkan di Gereja Santa Maria, namun sepanjang perjalanan di sore itu, sekumpulan anak-anak berlari sambil berteriak keras : “Seorang Santo telah meninggal ! Romo Antonius telah meninggal !”
SANTO BAGI SELURUH DUNIA
Tubuh Romo Antonius dipindahkan dari Arcella ke Gereja kecil Santa Maria, untuk memenuhi keinginannya yang terakhir. Seluruh penduduk kota itu mengenakan pakaian duka, menemani sampai saat pemakamannya. Pada sore itu, semua mukjizat terjadi di sekitar makam Romo Antonius. Kemasyurannya tersebar, dengan cepat, membawa rombongan-rombongan dari dekat dan jauh. Mukjizat berlangsung sampai jumlah peziarah yang terus bertambah.
Dengan segera, Gereja mulai melakukan penyelidikan-penyelidikannya : pertama Bapa Uskup Padua, Jacopo di Corrado, dan kemudian pada saat yang sama Bapa Suci, Paus Gregorius IX, keduanya adalah teman-teman dekat dan pengagum dari Antonius. Proses – proses dioses dan apostolis dimulai dan dengan cepat menghasilkan keputusan. Kurang dari setahun sesudah rasul besar itu wafat, pada 30 Mei 1232 di katedral Spoleto, Paus Gregorius mengangkat Antonius Padua menjadi “kehormatan altar / the honours of the altar”.
Para romo pengikut Santo, dibantu oleh penduduk Padua dan para peziarah, mulai merencanakan membangun sebuah basilika yang besar dan indah untuk menyediakan tempat yang layak bagi peristirahatan terakhir Santo Antonius. Di tahun 1263, tubuhnya dipindahkan ke gereja baru di hadapan St. Bonaventura. Dan ketika peti jenazahnya dibuka, lidah dari Santo Antonius ditemukan masih utuh, tidak rusak. Ini adalah suatu mukjijat.
Dewasa ini Santo Antonius adalah seorang Santo untuk siapa saja, yang dihormati juga oleh mereka yang tidak katolik. Semoga beliau menjadi perantara kita semua !
Berikut ini rangkaian doa St. Antonius
Dipersembahkan bagi mereka yang menaruh devosi kepada St. Antonius dengan cinta dan hati yang tulus serta iman yang sederhana.
(Rangkaian Doa St. Antonius ini terdiri dari 13 Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan sebagai penghormatan akan ketigabelas kemurahan hati yang disebut dalam “Jawaban Mukjijat”. Doa berikut ini biasa digunakan sebelum doa Bapa kami, Salam Maria dan Kemuliaan ) :
|
1 |
Yang terberkati Santo
Antonius, jagailah aku dari kematian yang menakutkan akan dosa dan mampukanlah aku untuk bertekun dalam
kebaikan.
Bapa Kami … Salam Maria … Kemuliaan …
|
|
2 |
Santo Antonius yang
agung, jauhkanlah aku dari kejahatan dan kekhilafan dan bimbinglah aku di jalan iman kristiani yang
benar.
Bapa Kami … Salam Maria … Kemuliaan …
|
|
3 |
Yang terkasih St.
Antonius, peliharalah aku dari kekurangan iman dan kekerasan
hati, dan bencana yang besar yang dapat menimpa jiwaku.
Bapa Kami … Salam Maria … Kemuliaan …
|
|
4 |
Santo Antonius yang
baik, jauhkanlah dariku bayangan-bayangan roh jahat yang bersama dengan keinginan-keinginanku yang jahat dapat menghalangi
pertobatanku.
Bapa Kami … Salam Maria … Kemuliaan …
|
|
5 |
Santo
Antonius, mampukanlah aku dengan kekuatan Tuhan untuk membersihkan segala macam penyakit
kusta, membersihkan jiwaku dari segala noda dosa.
Bapa Kami … Salam Maria … Kemuliaan …
|
|
6 |
Santo
Antonius, sembuhkan aku. Perolehlah untukku cinta sejati
Tuhan, dan sehatkanlah pikiran dan tubuhku sehingga aku mempunyai waktu dan berani melakukan
pertobatan.
Bapa Kami … Salam Maria … Kemuliaan …
|
|
7 |
Santo
Antonius, penghibur orang-orang yang menderita, lautan kejahatan begitu hebat dimana saya menemukan diriku telah terjatuh di bawah
ombaknya. Bersegeralah menolongku.
Bapa Kami … Salam Maria … Kemuliaan …
|
|
8 |
Santo Antonius lindungilah
aku. Roh Jahat, dunia dan kedagingan telah menyebar begitu banyak perangkap
bagiku. Karena kelemahanku tak mungkin aku luput dari mereka, tetapi musuh berkepala batu ini akan kalah melalui
perantaraanmu. Perolehlah bagiku pertolongan Tuhan yang
Mahakuasa.
Bapa Kami … Salam Maria … Kemuliaan …
|
|
9 |
Santo
Antonius, penyembuh orang sakit, aku menderita karena kejahatan-kejahatan yang menghancurkan kesehatan pikiran dan
tubuhku. Perolehlah bagiku keselamatan duniawi dan surgawi.
Bapa Kami … Salam Maria … Kemuliaan …
|
|
10 |
Santo
mukjijat, keluhuranmu nyata di setiap tempat, khususnya dalam menemukan sesuatu yang
hilang. Aku menyesali telah kehilangan kemurnian
pembaptisanku. Bantulah aku menemukan rahmat Tuhan yang baru, dan semua berkat-berkatnya dimana karena kesalahanku
sendiri, saya telah sungguh kehilangan.
Bapa Kami … Salam Maria … Kemuliaan …
|
|
11 |
Santo
Antonius, pekerja mukjijat yang luar biasa, biarlah semua orang menikmati melalui
perantaraanmu, pengaruh yang baik dari belaskasih Tuhan. Berikanlah
padaku, yang hina dan tak pantas ini, perlindunganMu yang penuh
kuasa.
Bapa Kami … Salam Maria … Kemuliaan …
|
|
12 |
Santo
Antonius, Penolongku setiap hari, lindungilah aku karena begitu banyak bahaya dan
pertikaian, aku datang kepadamu untuk mencari perlindungan dan
keamanan. Buatlah harapanku selalu baik dan siapkanlah aku untuk kemalangan apa saja yang
menantikanku.
Bapa Kami … Salam Maria … Kemuliaan …
|
|
13 |
Santo
Antonius, Santo setiap orang, aku menderita karena kesengsaraan tubuhku dan ditindas oleh
dosa-dosaku. Melalui perantaraanmu yang penuh kuasa, semoga Tuhan memberikan kepadaku semua rahmat yang aku perlukan sekarang dan di kemudian
hari. Semoga aku hidup dan mati dalam iman katolik yang suci.
Bapa Kami … Salam Maria … Kemuliaan …
|
FA. Arijanto – dari buku Saint Anthony, The Saint of Miracle |