|
|
|
SANTA THERESIA DARI AVILA
Theresia
dari Avila lahir 28 Maret 1515.
Orang tuanya bernama Alonso
Sanchez de Cepede dan Beatrix
Davila y Ahumada. Ayahnya
seorang yang sangat mengasihi
kaum papa miskin dan penuh
belaskasih akan orang sakit. Ia
seorang yang sangat jujur.
Sementara ibunya seorang wanita
yang cantik & cerdik.
Theresia mempunyai 11 saudara (2
puteri & 9 putera) bersama
kakaknya Rodrigo, ia biasa
membaca riwayat para orang
kudus.
Di masa mudanya, ia telah
terpanggil untuk menjadi martir
bagi Tuhan di tanah orang Mur.
Namun rencananya digagalkan oleh
pamannya ketika dia mencoba
melarikan diri dari rumahnya
bersama Rodrigo, kakaknya
melewati salah satu dari 88
pintu gerbang yang ada.
Untuk yang kedua kalinya, dia
melarikan diri menyusuri
lorong-lorong kota Avila mencari
kekasih hatinya yakni Yesus.
Hatinya tertangkap oleh Yesus
sehingga dia bermadah :
“Aku bukan milikku lagi, Aku
telah menyerahkan diri.
Aku menyerahkan diri kepada
Allah, maka kini CintaNya
menjadi milikku dan aku menjadi
milikNya.
Kami tukar menukar.
Maka Cintaku menjadi milikNya
dan aku menjadi milikNya selalu.
Aku bukan milikku lagi karena
aku telah menyerahkan diri”.
Perjalanan panggilan
mengantarkannya memasuki biara
Penjelmaan. Biara itu memang
besar dengan 180 susternya.
Mula-mula ia merasa sangat
bahagia tetapi kemudian ia
menyadari bahwa para suster di
situ mentaati peraturan tidak
dengan ketat tetapi lunak. Maka
tanggal 24 Agustus 1562,
Theresia meninggalkan biara
Penjelmaan dan mulai mendirikan
suatu biara kecil yang sederhana
& miskin. Bersama dengan
kehidupannya yang baru ini,
Theresia melepaskan gelar
ningratnya & mengganti namanya
dengan : Theresia dari Yesus.
Pilihannya ada pada : kemiskinan,
kesunyian & doa.
Theresia & Jamannya
Pada awal abad ke-16 negara
Spanyol hidup dengan penuh
gairah. Hati Theresia seirama
dengan denyut jamannya. Ada
huru-hara di luar & di dalam
tubuh Gereja. Kesatuan umat
Kristen terancam. Theresia mau
mengatasi segala kesulitan
jamannya. Untuk itu ia hanya
melihat satu jalan keluar yakni
: DOA.
Theresia sempat mengarang 3 buku
di sela-sela perjalanannya yang
panjang, yakni riwayat hidupnya,
Jalan menuju kesempurnaan & Puri
Batin. Dia juga menulis sajak
yang selalu dibawanya :
Janganlah khawatir tentang apa
pun, segalanya akan berlalu
Janganlah takut akan apa pun,
Tuhan tidak berubah
Kesabaran akan menang atas
segala
Barangsiapa percaya akan Allah,
tak akan kekurangan
Tuhan saja cukup
Tentang Doa beliau menulis : Doa
batin ialah pergaulan dengan
seorang sahabat, kita menyadari
bahwa sahabat itu mencintai kita
karena itu kita sering ingin
menjumpaiNya agar sempat
berbicara dengan Dia, seorang
diri, dengan penuh kemesraan.
Doa harus kita rindukan &
usahakan bukan untuk merasa
nikmat, melainkan untuk menjadi
semakin kuat dalam mengabdi
kepadaNya. Kita harus
memperhatikan, jangan begitu
sibuk bekerja, sehingga lupa
sering mengangkat hati kepada
Allah.
Beliau juga mengatakan, letak
doa bukan pada banyak atau
indahnya kata-kata melainkan
pada banyaknya mencinta, seberap
besar cinta kita kepadaNya.
Theresia Avila wafat tahun 1582
dan dimakamkan di gereja ALBA DE
TORMES, Salamanca. |
|
STELLA SMS CENTER : 0818 –
STELLA ( 0818 – 783552 ) |
Ingin info tentang persyaratan
Visa Israel di Handphone anda ?
Ketik info<spasi>visaisr kirim
ke 0818 – STELLA
Ingin info tentang persyaratan
Visa Eropa di Handphone anda ?
Ketik info<spasi>visasch kirim
ke 0818 – STELLA
Ingin dapat sms gratis tentang
program-program keberangkatan
Stella?
Ketik reg<spasi>nama
anda<spasi>katolik atau
protestan
kirim ke 0818 – STELLA
|
|
| |
|
|
|