|
|
|
BUKIT SION
|
1 |
BUKIT SION |
| |
Dataran tinggi di sebelah barat Yerusalem kini disebut Bukit Sion. Namun aslinya nama itu milik benteng orang-orang Yebus. Sesudah benteng itu direbut oleh Raja Daud, ia menamakannya Kota Daud, sebagaimana tercatat dalam kitab kedua Samuel, Daud berhasil merebut benteng Sion dan mendudukinya. Ia menamakannya Kota Daud. Kota itu dibangunnya di sekeliling benteng itu, mulai dari sebelah timur bukit (2 Sam 5:9). Setelah Tabut Perjanjian dipindahkan ke bukit di mana kemudian didirikan Bait Suci, bukit itulah mulai disebut Sion atau Bukit Sion. Di zaman Herodes muncul keyakinan bahwa Daud mendirikan bagian barat Kota
Jerusalem. Keyakinan itu dilestarikan dalam nama Menara Daud. Setelah Yerusalem dihancurkan oleh Roma, umat Kristen mulai tinggal di bukit bagian barat, sekitar Gereja Senakel. Maka bukit di mana terletak Senakel itu disamakan dengan Bukit Sion yang dikenal dari Alkitab. Sejak itu nama tersebut dipakai secara resmi. Namun Bukit Sion yang dikenal dari Perjanjian Lama sesungguhnya tidak sama dengan Bukit Sion menurut umat Kristen. |
2 |
MAKAM MARIA |
| |
Menurut tradisi Kristen, St. Maria,
Bunda
Yesus, wafat dan dimakamkan di kota
Jerusalem. Kedua tempat itu diabadikan dengan Basilika Dormitio di Bukit Zion, tidak
jauh dari Senakel
(Ruangan Perjamuan Terakhir), dan dengan Gereja Makam St. Maria di Lembah
Kidron, tidak jauh dari Getsemani. Makam Maria sejak semula dihormati oleh jemaah
Kristen-Yahudi. Sejak abad V, makam itu diurus oleh orang-orang Kristen bukan
Yahudi. Semasa pemerintahan Kaisar Mauritius (582-602), di atas makam itu didirikan sebuah gereja
lagi, sehingga makam semula menjadi kapel bawah tersendiri. Para pejuang Perang Salib yang telah merenovasi
gereja, mempertahankan susunannya dan kedua bagiannya, yaitu atas dan
bawah, tetapi menambahkan sebuah biara yang diserahkan kepada Ordo St. Benediktus
(OSB). Biara itu mirip benteng, dan reruntuhannya ditemukan dekat gereja pada tahun 1937. Pada tahun 1187 biara dan gereja bagian atas dihancurkan oleh tentara
Saladin, tetapi bagian bawah luput, karena orang-orang Islam juga menghormati Bunda Maria. Tempat ini selalu menjadi pusat ibadah Kristen di kota suci
Jerusalem. Sejak abad XIV hingga XVIII para biarawan OFM mengadakan renovasi besar-besaran di tempat suci
ini. Pada waktu itu, tempat ini memang dalam pengurusan mereka. Tetap pada tahun 1757 mereka disingkirkan dari sini dan pengawasan atas Makam Bunda Maria diserahkan kepada Gereja Ortodoks Yunani dan Armenia. Pada masa kini orang-orang Katolik boleh mengadakan ibadah di sini hanya 3 kali
setahun, termasuk tgl. 15 Agustus, pada hari raya Maria diangkat ke
Surga. Di sebelah kiri kapel makam ini ada altar St. Yoakhim dan Anna, orang tua Bunda Maria. Pada tahun 1161 di sini dimakamkan Ratu
Melisenda, putri Baldwin I. Di sebelah kanan ada altar St. Yosef di mana dimakamkan Maria, istri Baldwin III serta
Konstantia, ibu Pangeran Antiokhia. |
3 |
GEREJA MARIA
DIANGKAT KE
SURGA |
| |
Gereja ini berdiri di atas Makam Bunda Maria dan sama seperti Makam Maria, ditangani oleh Gereja Ortodoks
Yunani. |
4 |
BASILIKA
DORMITIO (
TERTIDURNYA
BUNDA MARIA ) |
| |
Basilika ini berdiri di Bukit
Sion, tidak jauh dari Senakel. Menurut suatu tradisi yang layak
dipercaya, Bunda Maria tinggal di ruangan Senakel hingga hari “tertidurnya”
(Latinnya : dormitio).
Tradisi ini dibenarkan oleh Patriark Sofronius yang menggembalakan umat Yerusalem pada pertengahan abad VII. Dalam sebuah madah yang mengidungkan keagungan “Sion yang Suci”
disebutnya batu di mana Bunda Maria istirahat sebelum meninggal
dunia. Dalam sebuah basilika yang didirikan oleh para pejuang Perang Salib dekat
Senakel, peristiwa tertidurnya Bunda Maria dikenang juga. Namun dengan lajunya
waktu, basilika itu hancur. Pada tahun 1898 tempat-tempat suci di Israel dikunjungi oleh Kaisar Jerman Wilhelm II. Tempat yang diyakini sebagai tempat tertidurnya Bunda Maria pada kunjungan itu dihadiahkan kepada Kaisar oleh Sultan Abdul
Hamid. Yayasan Pro Palestina di Koln mulai mengumpulkan dana untuk mendirikan
basilika. Pemeliharaan basilika yang diresmikan pada tahun 1910 diserahkan kepada Ordo St. Benediktus
(OSB). Basilika ini dibangun menurut rancangan H. Renard. Sebagai bangunan
kukuh, basilika ini mirip sebuah benteng Abad Pertengahan. Di dalamnya terdapat banyak
mosaik, antara lain tanda-tanda zodiak. Di bawah basilika terdapat
kapel, dan di tengahnya dibuat arca Bunda Maria yang sedang
tertidur. |
5 |
SENAKEL (
RUANG PERJAMUAN
) & MAKAM RAJA
DAUD |
|
|
Di dekat Basilika Tertidurnya Bunda Maria terdapat
Senakel, yang artinya Ruangan Perjamuan Terakhir. Tempat ini sangat dihormati oleh seluruh umat Kristen, sebab di situlah Yesus mengadakan Perjamuan Terakhir menjelang wafatNya sambil mengadakan sakramen ekaristi dan
imamat. Di situ pula Yesus yang telah bangkit menampakkan dirinya kepada para
rasulnya, dan di situlah Roh Kudus turun atas para rasul dan sejumlah anggota Gereja masa awal ( peristiwa
Pantekosta, Kis 2). Peristiwa Perjamuan Terakhir dapat dibaca dalam Injil Matius (26:17-25), Markus (14:12-21) dan Lukas (22:7-14, 21-23). Ruangan itu cukup besar dan terletak di bagian
atas rumah. Inilah sebabnya rumah itu dari dulu disebut “Induk segala gereja”; rumah itu terdiri dari dua
kapel, bawah dan atas. Di tempat itu pula menjelang Perjamuan
Terakhir, Yesus membasuh kaki para rasulnya (Yoh 13:21-30). Menurut Kisah Para
Rasul, di ruangan Senakel diadakan pemilihan rasul pengganti Yudas
(Kis 1:15-26). Pada waktu itu Petrus untuk pertama kalinya tampil sebagai pemimpin
Gereja. Senakel boleh dipandang sebagai tempat pertama ibadah umat Kristen. Misa diadakan di sini tanpa henti-hentinya sejak zaman para rasul sampai pertengahan abad XVI. Di sekitar tahun 135
masehi, di dekat Senakel telah didirikan sebuah bangunan yang kini disebut
Makam Daud. Di tempat itu umat Kristen berkumpul dulu untuk mengadakan ibadah
harian. Senakel dikhususkan untuk perayaan ekaristi saja. Pada abad IV, dekat Senakel didirikan sebuah basilika baru yang bernama Sion
Suci. Di dalam basilika itu dihormati Tiang Penyesahan Yesus, relikui St.
Stefanus, martir pertama yang ditemukan pada tahun 415; pada tgl. 25 Desember dirayakan peringatan Raja Daud serta St.
Yakobus, uskup pertama Yerusalem. Basilika itu dihancurkan oleh tentara Persia pada tahun 614, lalu dibangun
kembali, dan akhirnya dirubuhkan lagi oleh tentara Islam. Pada waktu para pejuang Perang Salib datang ke
Yerusalem, basilika itu sudah hancur sama sekali. Yang luput dari kehancuran ialah “ruangan atas”
saja. Lalu mulai dibangun basilika baru, indah dan besar. Pada tahun 1187, setelah Yerusalem dikalahkan
oleh Saladin, Senakel diserahkan kepada tangan Siria. Para peziarah boleh
mengunjunginya, sedangkan para imam Katolik boleh mempersembahkan misa di
dalamnya. Tetapi basilika yang didirikan semasa Perang Salib, karena tidak
terpelihara, hancur juga akhirnya. Pada abad XIV, pemeliharaan atas Senakel diserahkan kepada Ordo
OFM. Sejak itu pimpinan OFM di Yerusalem bergelar “Guardian Bukit Sion”. Para biarawan OFM bertahan di sini selama seabad
saja. Umat Muslim, berdasarkan tradisi Yahudi bahwa di tempat itu dimakamkan Nabi
Daud, mendesak supaya tempat itu diserahkan kepada mereka. Padahal dapat dipastikan bahwa Daud tidak pernah dimakamkan di
situ. Sejak tahun 1551 para biarawan OFM terpaksa meninggalkan tempat suci
ini. Senakel diubah menjadi masjid untuk menghormati Nabi Daud. Orang-orang Kristen maupun Yahudi tidak boleh masuk ke
dalamnya, dan larangan itu berlaku hingga tahun 1948. Namun sampai sekarang umat Katolik tidak pernah diizinkan merayakan misa di tempat
ini. Bangunan yang dapat disaksikan sekarang masih mempertahankan susunan berlantai
dua. Ruangan atas (15.30 m x 9.40 m) terbagi dua oleh tiga tiang. Inilah ruangan ekaristi
pertama, ruangan diadakannya sakramen imamat Perjanjian Baru. Di sudut barat daya ruangan ini terlihat tangga yang mempersatukan kedua
lantai. Di sebelah timur ruangan ini ada 8 anak tangga yang menuju ke kapel di mana Roh Kudus turun atas para rasul pada hari
Pentakosta. Para pejuang Perang Salib secara simbolis menempatkan di sini sebuah makam untuk menghormati Raja
Daud, tetapi mereka melakukannya karena sejak awal kekristenan raja itu diperingati di sini secara
liturgis. Pada tahun 1928 di tembok sebelah selatan dibuat mihrab, tempat kiblat para pendoa beragama Islam. Ruangan bawah terbagi dua
juga. Di bagian barat, dulu Yesus membasuh kaki para rasulnya, sedangkan di bagian timur Yesus menampakkan dirinya sesudah
bangkit. Walaupun orang-orang Yahudi tahu bahwa tempat ini tidak mungkin pernah dipakai sebagai makam Raja Daud
(ia pasti dikuburkan di sebelah selatan Bukit Ofel), mereka menghiasi tempat ini dengan panji-panji keagamaan mereka dan menjadikannya tempat kultus
nasional. Makam Daud dibuat dari batu, diselubungi dengan kain khusus berwarna merah dengan motif “bintang Daud” dan dilengkapi dengan beberapa mahkota perak yang dulu dipakai pada pucuk Penutup Gulungan
Taurat. Semua hiasan ini dibawa ke sini dari berbagai sinagoga yang dihancurkan oleh Nazi. Orang-orang Yahudi berdoa di sini sepanjang
tahun, khususnya pada hari raya Shevat, hari kematian Daud.
|
6 |
GEREJA AYAM
BERKOKOK ( St.
Peter In
Gallicantu ) |
|
|
Keluar dari kompleks sekitar
Senakel, di lereng sebelah timur Bukit Sion berdiri sebuah gereja
indah, Gereja Saint Peter In Galicantu atau Gereja Santo Petrus Ayam
Berkokok. Gereja ini didirikan di atas bekas istana Kayafas, yang menjabat Imam Besar pada saat Yesus
disalibkan. Di situlah Petrus menangis, ketika ayam berkokok dan ramalan Yesus
digenapi, yaitu bahwa dia, Petrus, akan menyangkaliNya sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok dua kali
(Matius 26:34 ; Markus 14:30 ; Yohanes 13:38). Sebelum gereja yang sekarang
ini, yang baru didirikan pada tahun 1931 oleh para biarawan
Asumsionis, sudah pernah ada gereja yang lain di tempat itu, yaitu pada
zaman Bizantium, yang baru ditemukan pada saat penggalian arkeologis dilaksanakan di tempat
itu. Dari gereja itu orang dapat menikmati pemandangan yang indah keseluruh Lembah
Kidron, Kota Daud, dan Siloam. Setelah dikhianati dan ditangkap di Taman
Getsemani, Yesus di bawa ke istana Imam Besar Kayafas. Disitulah Dia tinggal sisa malam itu dan di situ pulalah Dia diadili untuk pertama kalinya
(Matius 26,57-63 ; Markus 14,53-65 ; Lukas 22,63-71 ; Yohanes 18,12-14). Berdasarkan hasil penggalian arkeologis & cerita tradisi tersebut di
atas, yaitu bahwa gereja itu berdiri di tempat di mana dulu istana Kayafas
berdiri, dapat dipastikan kebenarannya. Di sebelah gereja ditemukan sebuah tangga batu
(holy stairs) yang telah berumur lebih dari 2000 tahun ; jadi sudah ada di zaman
Yesus. Pada waktu itu istana Kayafas letaknya di dalam tembok kota. Sangat mungkin
sekali, bahwa Yesus telah berjalan di atas tangga batu itu dalam perjalanan menuju istana Imam Besar
Kayafas, karena jalan terpendek dari Taman Getsemani menuju istana Imam Besar melalui tangga
ini. |
|
|
|
|
|
Klik
PLAY untuk mendengarkan Jingle StellaTours :
|
|
|
|
STELLA SMS CENTER : 0812 –
1972
8000 |
Ingin info tentang persyaratan
Visa Israel di Handphone anda ?
Ketik info<spasi>visaisr kirim
ke 0812 – 1972
8000
Ingin info tentang persyaratan
Visa Eropa di Handphone anda ?
Ketik info<spasi>visasch kirim
ke 0812 – 1972
8000
Ingin dapat sms gratis tentang
program-program keberangkatan
Stella?
Ketik reg<spasi>nama
anda<spasi>katolik atau
protestan
kirim ke 0812 – 1972
8000
Ingin
selalu dapat info program
keberangkatan Stella Kwarta atau
info lainnya ? SILAHKAN ADD PIN BB dari Stella Kwarta Wisata di :
21DF500F
|
|
|
|
|