Home
 Prakata
 Profil Perusahaan
 Jasa Layanan
 Gallery Foto
 Info Tempat Ziarah
 Online Hotel Reservation
 Promosi
 Informasi Suhu rata-rata
 Hubungi Kami

 

PT. STELLA KWARTA WISATA
Kompleks B.H.P Blok F-30
Jakarta 13550 - Indonesia
Tel. : (021) 877 94 878 
Fax. : (021) 877 94 877
Kontak Email :  

Keuntungan Tour | Tips Trik wisata | Syarat dan Kondisi Tour

 

GARABANDAL

KUNJUNGAN DARI MALAIKAT :

San Sebastian de Garabandal adalah suatu dusun kecil dengan 80 rumah yang sederhana, terletak di pegunungan Cantabrian Spanyol barat laut. Pada tanggal 18 Juni 1961, empat gadis : Mari Loli Mazon (12), Jacinta Gonzales (12), Mari Cruz Gonzalez (11) dan Concita Gonzales (12) sedang bermain-main di pinggiran dusun ketika mereka mendengar suara seperti geledek. Tiba-tiba berdirilah di depan mereka malaikat yang menyilaukan mata. Ia tidak berkata apa-apa dan cepat menghilang. Dengan pucat dan gemetar, gadis-gadis itupun lari ke gereja dusun dan penampakan itu segera tersiar. Dalam jangka waktu 12 hari berikutnya malaikat itu menampakkan diri beberapa kali lagi dan lalu pada tanggal 1 Juli, ia berbicara untuk pertama kalinya memberitahukan bahwa pada hari berikutnya Santa Perawan yang suci akan menampakkan diri pada mereka sebagai Bunda dari Gunung Karmel.

BUNDA MARIA MENAMPAKKAN DIRI KEPADA ANAK-ANAK :

Berita tersebar dengan cepatnya. Pada tanggal 2 Juli, banyak imam-imam berada diantara banyak pengunjung yang bersama-sama dengan penduduk dusun untuk menyaksikan kejadian besar itu. Pada pukul 06.00 petang, anak-anak itu menuju ke tempat di mana mereka telah melihat malaikat, waktu itu Bunda Suci menampakkan diri diapit dua malaikat. Anak-anak itu mengenali salah satu dari malaikat itu yang pernah menampakkan diri kepada mereka (belakangan diketahui bahwa dia adalah Santo Mikael, kepala para malaikat) dan yang satunya serupa dengannya. Di atas Santa Perawan ada mata yang besar yang oleh anak-anak diperkirakan adalah mata Allah. Mereka berbicara secara terbuka dengan Sang Bunda dan berdoa rosario di hadapanNya. Dalam jangka waktu satu setengah tahun berikutnya, Sang Perawan Suci menampakkan diri beratus-ratus kali. Sering ia menampakkan diri beberapa kali dalam sehari.


Tempat Bunda Maria menampakkan diri

PANGGILAN-PANGGILAN BATIN MENDAHULUI PESONA SURGAWI YANG LUAR BIASA :

Penampakkan bagi gadis-gadis itu selalu didahului oleh tiga panggilan batin. Sesudah panggilan yang ketiga mereka akan lari ke jalan kecil yang tanahnya terbenam ke bawah, dimana penampakkan pertama-tama mulai dan mereka menjatuhkan diri pada lutut mereka di atas batu-batuan yang tajam. Dan mereka mengalami pesona surgawi. Kepala mereka menengadah ke atas dan biji mata mereka membesar dan mereka dikurniai air muka yang indah bagaikan malaikat. Mereka tidak merasa sakit terhadap tusukan jarum, sulutan api, sentuhan fisik atau sinar terang yang disorotkan langsung ke dalam mata mereka. Unsur berat mereka berubah sedemikian rupa sehingga 2 orang laki-laki dewasa mendapat kesulitan besar untuk mengangkat seorang gadis berumur 12 tahun. Dan meskipun demikian gadis-gadis itu dapat dengan mudah sekali saling mengangkat untuk mencium Sang Perawan.

BERJALAN DAN JATUH DALAM PESONA SURGAWI MENYIMPANG DARI HUKUM ILMU ALAM

Dengan berlanjutnya penampakkan-penampakkan, kejadian-kejadian luar biasa baru mulai timbul. Dengan kepala menengadah ke atas dan tidak dapat melihat , gadis-gadis itu dalam pesona surgawi dapat berjalan / berbaris bergandengan tangan tanpa kesulitan apapun maju maupun mundur melalui medan yang berbahaya dan kadang-kadang dengan langkah yang begitu cepat sehingga penonton yang berlari dengan kecepatan penuh tak dapat mengikuti mereka. Selama mereka “melayang” dalam pesona surgawi ini mereka dapat berhenti secara tiba-tiba menyimpang dari hukum ilmu alam. Mereka terlihat tidak merasa capai dan detak jantungnya pun normal. Kadangkala mereka melalukan gerakan jatuh baik sendiri maupun bersama-sama tanpa menekukkan badan mereka atau menahan badan dengan tangan. Suara gedebug seringkalai menakutkan para penonton tetapi mereka tidak pernah merasa sakit atau terluka. Dari keadaan telentang ini mereka dapat langsung berdiri tanpa bantuan apa-apa.

KEAJAIBAN DENGAN TERLIHATNYA KOMUNI :

Untuk menegaskan sifat ajaib dari peristiwa ini, Santo Mikael berkata kepada Concita bahwa pada suatu hari, Komuni yang tak terlihat orang lain yang diberikan olehNya akan dapat terlihat pada lidah Concita. Begitulah pada pagi hari tanggal 19 Juli 1962, ia meninggalkan rumahnya dalam pesona surgawi, berbelok tikungan dan jatuh berlutut pada jalan yang berdekatan. Ketika penonton berdesakaan di sekitarnya, ia menjulurkan lidahnya dan mereka-mereka yang terpisah hanya beberapa inchi daripadanya menegaskan bahwa lidah dan mulutnya kosong. Lalu lebih cepat dari kemampuan mata orang dapat melihat, sebuah Hosti yang putih berkilauan berada di atas lidahnya. Seorang amatir dengan sebuah kamera film beberapa kaki darinya dan dengan penerangan hanya sebuah baterai berhasil mengabadikan saat-saat terakhir dari keajaiban itu.

MUKJIJAT

Mukjijat akan terjadi di belukar pohon pinus pada tebing yang menghadap dusun Garabandal. Hal ini akan terjadi pada hari Kamis malam pukul 08.30 pada atau diantara tanggal delapan dan tanggal enam belas dari bulan Maret, April atau Mei. Hal ini akan terjadi pada pesta seorang martir dari Ekaristi dan bersamaan dengan suatu peristiwa dalam gereja. Semua yang ada di dusun atau di sekitar pegunungan akan melihatnya. Mereka yang sakit yang hadir pada saat itu akan disembuhkan, pendosa akan bertobat dan mereka yang tidak mempunyai kepercayaan akan mendapatkan iman itu. Sebagai hasil dari mukjijat itu, Rusia akan menjadi beragama.

KEADAAN PARA “PENGLIHAT “ SEKARANG

Tiga dari para “penglihat” menikah dengan orang-orang Amerika dan hidup di Amerika. Mereka hidup sebagai orang kristen yang patut dicontoh. Conchita mempunyai 4 anak, Mari Loli tiga dan Jacinta satu. Mari Cruz juga menikah, tinggal di Spanyol dan mempunyai empat anak.