MEGIDO

 

 

Kota ini merupakan kota penting di bagian tengah-utara Israel, karena letaknya yang sangat strategis di mulut lembah yang sempit, yang dilintasi jalan raya dari Mesir yang menyusur pantai masuk Dataran Yesreel menuju Siria dan Mesopotamia. Karena letaknya yang strategis itu, maka berulang kali Megido menjadi rebutan kakuasaan-kekuasaan besar sepanjang sejarah. Pada tahun 1917,. Masih dalam Perang Dunia I, pasukan Inggris membanjiri Palestina Utara melalui celah Megido. Dalam Kitab Wahyu disimbolkan dengan “Armegedon” (Wahyu 16:6 ). Nama Armagedon ini adalah bentuk Yunani dari nama Hibrani Har Megido yang artinya Bukit Megido.

Kota Megido didirikan sekitar 3500 tahun sebelum Kristus. Firaun Tutmosis III, salah seorang raja Mesir yang paling berkuasa, telah menaklukan kota itu pada tahun 1470 sebelum Kristus. Perang itu dikisahkan dengan sangat terinci dalam huruf-huruf hiroglif yang telah ditemukan pada dinding kuilnya di Mesir Hulu. Yosua mengalahkan dan merebut kota itu serta membunuh rajanya pada abad ketiga belas (Yosua 12:21). Kemudian orang Kanaan menguasai lagi kota itu sampai tahun 1150 sebelum Kristus, ketika Raja Heber dikalahkan oleh pasukan Deborah dan Barak (Hakim 4). Pada abad kesepuluh sebelum Kristus, Raja Salomon membangun kembali dan memperkuat kota itu. Megido menjadi kota pasukan berkudanya dan benteng utama pertahanan kerajaannya (I Raja 9:15 ; 10:26-29 – Tawarikh 1:13-17 ; 9:25). Raja Yosia memerangi Firaun Nekho dari Mesir dan gugur di situ pada tahun 610 sebelum Kristus ( II Raja 23:29).

Berdasarkan penggalian arrkeologis yang dilakukan oleh Institut Studi Oriental Universitas Chicago antara tahun 1925-1939 tersingkap kembali 20 lapisan kota yang dibangun satu di atas yang lain. Satu dari penemuan-penemuan yang paling penting adalah kandang kuda Raja Salomon yang 450 ekor kuda dan menyimpan 150 kereta perang. Penggalian tersebut hanya terbatas pada bagian timur laut dari bukit itu. Adapun data-data yang dapat dikemukakan adalah data-data yang berasal dari lapisan tersebut. Di mulai dengan lapisan yang paling bawah :

 

Lapisan XX

Dalam abad keempat puluh sebelum Kristus, Megido telah berkembang menjadi sebuah kampung yang rapi. Rumah-rumahnya bersegi empat dan terbuat dari batu bata.


Lapisan XIX 


Pada zaman Tembaga Awal I, sekitar 3000 sebelum Kristus, Megido menjadi sebuah kota yang diperkuat. 


Lapisan XVIII


Ditemukan sebuah kuil dengan sebuah altar yang berbentuk bundar.Altar ini diperkirakan berasal dari Zaman Tembaga Awal II, sekitar tahun 2850-2600 sebelum Kristus.


Lapisan XVII


Kota Megido sudah dikelilingi dengan sebuah tembok batu bata untuk melindungi para penduduknya dari serangan-serangan musuh.


Lapisan XVI 


Dalam zaman Tembaga Awal III dan IV, sekitar 2600-2150 sebelum Kristus di bangun di bagian peribadatan tiga kuil kecil.


Lapisan XV 


Dalam zaman Tembaga Pertengahan I, sekitar tahun 2150-1900 sebelum Kristus, kota Megido dihancurkan oleh musuh, tetapi kemudian didiami kembali, mungkin oleh orang Kanaan.


Lapisan XIV 


Rupanya waktu itu penduduknya tidak banyak, sebab dalam bagian peribadatan hanya terdapat satu kuil saja, tempat orang berdoa dan membawa kurban untuk memuja dewa-dewinya.


Lapisan XIII 


Dalam zaman Tembaga Pertengahan II a, sekitar tahun 1900-1750 sebelum Kristus, rupanya Megido menjadi makmur lagi. Di atas fundamen batu yang lama didirikan tembok setebal 2 meter dengan memakai batu bata.


Lapisan XII 


Dalam zaman Tembaga Pertengahan II b dan c, sekitar tahun 1750-1550 sebelum Kristus, Megido telah menjadi sebuah kota yang besar dan kuat.


Lapisan XI 


Masih dalam abad ke-18 sebelum Kristus, orang Hiksos membangun tembok tanah yang besar di sekeliling kota dan memperbesar pintu gerbang kota, agar kereta kudanya dapat masuk dengan mudah ke dalam kota. Mereka mendirikan istana-istana besar dan bagus.


Lapisan X 


Dalam zaman Tembaga Akhir I, sekitar tahun 1550-1350 sebelum Kristus, istana diperluas dan dilengkapi dengan fasilitas mandi.


Lapisan IX 


Sekitar tahun 1468 sebelum Kristus, Firaun Totmosis III dari Mesir menaklukkan Megido dan mematahkan kekuatan dan kekuasaan orang Hiksos atas Kanaan dan membuka jalan raya menuju Siria dan Mesopotamia.


Lapisan VIII 


Birija, Raja Megido, meminta bantuan Ekhnaton, Firaun Mesir, untuk membantunya melawan orang Habiru yang semakin mengganggu keamanan negerinya. Di bagian peribadatan didirikan sebuah kuil baru berukuran 10 x 2 meter.


Lapisan VII 


Dalam zaman Tembaga Akhir II, sekitar tahun 1350-1130 sebelum Kristus, ada kuil yang indah. Ditemukan dalam kuil itu bahan-bahan emas dan batu mulia serta 200 barang ukiran dari gading, yang diperkirakan berasal dari sekitar tahun 1140 sebelum Kristus.


Lapisan VI


Di dekat sumber air Merom, kedua belas suku Israel dapat mengalahkan koalisi raja-raja Kanaan (Hakim 5:19). Daerah Megido diserahkan kepada suku Aser, kemudian kepada suku Manase (Yosua 17:11 ; Hakim 1:27).


Lapisan V


Sekitar tahun 1130 sebelum Kristus, orang Filistin berhasil memasuki Dataran Yesreel dan menaklukkan Megido.Tetapi di bawah pimpinan Raja Daud, orang Filistin dapat dikalahkan serta diusir dan Megido dimasukkan ke dalam kerajaan Israel.


Lapisan IV a


Raja Salomon mempersatukan Megido dengan kota-kota lain di Dataran Yesreel menjadi daerah Israel Utara yang kelima (I raja 4:12). Sebagai ibu kota, Megido diperbesar dan diperkuat (I raja 9:15). Sisak I, Firaun Mesir, pernah mengadakan perampokan sampai ke Megido, tetapi tidak banyak pengaruhnya terhadap perkembangan dan pentingnya kota.


Lapisan IV b


Dalam abad kesembilan sebelum Kristus, raja-raja Israel, terutama Omri dan putranya Akhab, membangun Megido menjadi benteng yang besar dan kuat dengan tembok yang lebih kuat lagi, gudang-gudang perbekalan, kandang-kandang kuda dan sistem air minum yang istimewa.


Lapisan III


Tahun 845 sebelum Kristus, Nabi Elisa menjatuhkan dinasti Omri dan mengangkat Yehu menjadi raja. Dalam sebuah pertempuran, Yehu membunuh Raja Yoram dan melukai sepupunya Ahazia, raja Yehuda, yang lalu lari ke Megido dan meninggal di sana (II Raja 9:27). Pada tahun 732 pasukan Asiria membakar kota itu.


Lapisan II 


Pada tahun 723,di bawah pimpinan Raja Hosea, Israel coba memperjuangkan lagi kemerdekaannya. Tetapi usaha itu dibalas dengan keras oleh Asiria, sehingga Kerajaan Israel dan juga kota Megido lenyap dari muka bumi.


Lapisan I 


Setelah Kerajaan Asiria hancur, Yosia, raja di Yehuda coba menguasai provinsi Samaria dan Megido. Tetapi di dekat Megido dia dihadang dan dibunuh (II Raja 23:29).Selama masa kekuasaan Persia dan pada abad ke-4 sebelum Kristus Megido ditinggalkan, sehingga susut menjadi sebuah kampong yang tak banyak artinya. 

 

(dikutip dari buku “Napak Tilas di Tanah Suci” karangan R. Isak Doera, hal 165-167)

 

 


Lembah "Armagedon"


Bukit Megido



 

 

Klik PLAY untuk mendengarkan Jingle StellaTours : 

Loading the player ...
 

STELLA SMS CENTER : 0812 – 1972 8000

Ingin info tentang persyaratan Visa Israel di Handphone anda ?

Ketik info<spasi>visaisr kirim ke 0812 – 1972  8000

Ingin info tentang persyaratan Visa Eropa di Handphone anda ?

Ketik info<spasi>visasch kirim ke 0812 – 1972  8000

Ingin dapat sms gratis tentang program-program keberangkatan Stella?

Ketik reg<spasi>nama anda<spasi>katolik atau protestan

kirim ke 0812 – 1972  8000

 

Ingin selalu dapat info program keberangkatan Stella Kwarta atau info lainnya ? SILAHKAN ADD PIN BB dari Stella Kwarta Wisata di : 
21DF500F