|
PT. STELLA KWARTA WISATA
Kompleks B.H.P Blok F-30
Jakarta 13550 - Indonesia
Tel. : (021) 877 94 878
Fax. : (021) 877 94 877
Kontak Email :
|
|
| | |
|
|
|
BANIAS – KAISAREA FILIPI
|
1. |
Banias |
|
Nama Banias (Yunani : Paneas) berasal dari dewa Pan, dewa hutan, yang dihormati di sebuah gua yang letaknya hampir di ujung utara Israel, 6 km di sebelah selatan Gunung Hermon. Dewa Pan dihormati di sini sejak dari abad III SM. Di dalam gua dewa itu ada sebuah mata air Sungai Yordan; airnya berlimpah-limpah. Setelah Kaisar Agustus menghadiahkan daerah Banias kepada Raja Herodes Agung, ia begitu senang dengan hadiahnya, sehingga dekat gua dewa Pan langsung didirikan kuil untuk menghormati Kaisar. Herodes Filipus, anaknya, membangun kota di sekitarnya, lalu menamakannya Kaisarea. Karena didirikan oleh Herodes Filipus, maka kota ini dikenal dengan nama Kaisarea
Filipi.
|
 Gua
Dewa Paneas (Dewa Hutan) di Kaisarea Filipi
|
 Banias
menjadi salah satu sumber air sungai Yordan
|
|
2. |
Kaisarea Filipi dan agama Kristen
|
|
Kaisarea Filipi tercatat di dalam Injil, sebab di situlah Yesus bertanya kepada Petrus siapa diriNya (bdk. Mat 16 : 15), yaitu : “Lalu Yesus bertanya kepada mereka : " Tetapi apa katamu , siapakah Aku ini ?" Maka jawab Simon Petrus : " Engkau adalah Mesias , Anak Allah yang hidup ! " Kata Yesus kepadanya : " Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu , melainkan Bapa - Ku yang di sorga “. Dan Yesus pun menjanjikan kepada Rasul Petrus kedudukan utama di antara para rasul. “Engkau adalah Petrus, batu yang kuat, - kata Yesus menurut Injil Matius, “Dan di atas batu inilah Aku akan membangun gerejaKu, yang tidak dapat dikalahkan; sekalipun oleh maut ! Aku akan memberikan kepadamu kunci dari Dunia Baru Allah. Apa yang engkau larang di atas bumi, juga dilarang di Surga. Dan apa yang engkau benarkan di atas bumi, juga dibenarkan di Surga (Mat 16:18-19). Umat Kristen sampai ke Banias dalam waktu cukup cepat, sehingga Banias menjadi tempat kediaman uskup. Diketahui, misalnya, bahwa Filokalos, uskup Banias, menghadiri konsili di Nikea pada tahun 325.

Sungai Yordan yang mengalir dari
Banias
|
|
3.
|
Sekte Druze
|
|
Sebaiknya diketahui bahwa mayoritas penduduk Banias ialah orang-orang Druze yang pada umumnya tinggal di kampung-kampung sebelah utara Israel, di Galilea dan di Gunung Karmel. Sekte ini didirikan dalam abad XI oleh Ismail al-Darasi yang berkarya di sekitar Gunung Hermon. Orang-orang Druze berbahasa Arab dan biasanya bekerja sebagai petani. Orang-orang Yahudi menyebut mereka Filistin (Pelisytim), padahal tidak ada hubungan apa pun antara mereka dengan bangsa Filistin yang dikenal dari Alkitab. Makam Nabi Syu Eib, seorang suci terkenal sekte ini dapat dikunjungi di dekat Tiberias di pegunungan Galilea. Sekte ini mempunyai wakilnya di Knesset. Mereka sebenarnya adalah orang-orang Arab, akan tetapi mereka tidak mau disebut orang Arab. Ciri khas dari orang Druze adalah mereka selalu setia kepada negara tempat mereka tinggal. Dalam hal ini orang Druze sangat setia kepada negara Israel, dan bahkan mereka ikut wajib
militer. Sedangkan untuk agama druze, dapat dikatakan seperti
agama "rahasia" karena mereka sangat tertutup dalam
hal ini.
|
|
 Seorang
Pria Druze dengan ciri khas tutup kepala sorban putih
|
 Para
Wanita Druze yang sedang berkumpul. Mereka sangatlah tertutup dalam hal agama
mereka
|
|
|
|
|
|
|
|