|
PT. STELLA KWARTA WISATA
Kompleks B.H.P Blok F-30
Jakarta 13550 - Indonesia
Tel. : (021) 877 94 878
Fax. : (021) 877 94 877
Kontak Email :
|
|
| | |
|
|
|
BETLEHEM
|
1. |
Kota Bersejarah |
|
Betlehem adalah sebuah kota mungil di Yudea.
Dalam bahasa Arab, nama Betlehem diartikan
“rumah daging”, tetapi dalam bahasa Ibrani,
artinya “rumah roti”. Untuk pertama kalinya kota
ini disebut dalam Kitab Kejadian 35:19
sehubungan dengan Rahel, istri Yakub ; “Setelah
Rahel meninggal, ia dikuburkan di sisi jalan
yang menuju ke Efrata, yang sekarang bernama
Betlehem”. Dari kota ini berasal Raja Daud (1
Sam 17:12) yang melalui Nabi Natan menerima
janji Allah mengenai kedatangan Mesias; “Untuk
selama-lamanya seorang dari keturunanmu akan
memerintah sebagai raja (2 Sam 7:16). Janji ini
terlaksana dalam diri Yesus Kristus yang juga
lahir di Betlehem. Ketika Kaisar Agustus
mengadakan sensus penduduk di seluruh
kekaisarannya, Maria dan Yosef berangkat
dari Nazaret ke Betlehem, karena mereka berdua
adalah keturunan Daud, jadi harus mendaftarkan
diri di tempat asalnya. " Ketika mereka
disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk
bersalin, dan ia melahirkan seorang anak
laki-laki, anaknya yang sulung, lalu
dibungkusnya dengan kain lampin dan
dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak
ada tempat lain bagi mereka di rumah penginapan"
(Luk 2 : 6-7). Di masa kini, Betlehem
didiami oleh orang-orang Arab beragama Kristen.
Banyak di antara mereka menyibukkan diri dengan
produksi berbagai benda agama yang dijual
sebagai souvenir di seluruh Israel. |
2. |
Halaman dan tembok utama Basilika Kelahiran
|
|
Para peziarah harus melewati sebuah halaman luas
dan cukup panjang untuk sampai ke Basilika
Kelahiran yang bagian luarnya tampak mirip
sebuah benteng. Basilika itu diapit oleh tiga
biara : Katolik
(OFM), Ortodoks Yunani dan Ortodoks Armenia.
Dahulu kala ada 3 pintu masuk ke dalam basilika,
tetapi sekarang tinggal 1 pintu saja, lagi pula
rendah sekali. Tinggi pintu ini atas persetujuan
wakil semua agama yang memelihara tempat suci
ini, untuk pertama kali direndahkan dengan
sengaja semasa Perang Salib, dan untuk kedua
kalinya semasa serangan-serangan tentara Turki (abad
XVII), agar musuh jangan sampai memasuki gereja
dengan kuda-kudanya. Kenyataan historis ini
diperindah dengan sebuah interpretasi saleh :
"untuk memasuki basilika, para peziarah harus
merendahkan diri, Sabda Allah telah menjadi
seorang anak kecil bagi manusia, maka manusia
pun harus berusaha menjadi kecil di hadapan
Allah". Para penghuni Betlehem
menamakan pintu ini sebagai "pintu kerendahan
hati" karena orang harus tunduk merendahkan diri
untuk melaluinya. |
|
3.
|
Sejarah Basilika Kelahiran Yesus
|
|
Tempat kelahiran Yesus diingat baik-baik oleh
para penduduk Betlehem, sehingga mereka
menghormatinya turun temurun. Namun demi
menghina agama Kristen, di tempat itu pada tahun
135, Kaisar Hadrianus mendirikan sebuah kuil
dewa Adonis. Gereja pertama di Betlehem
didirikan pada awal abad IV (tahun 326) atas
prakarsa Kaisar Konstantinus dan ibunya, Helena,
setelah terlebih dahulu kuil Adonis itu
dirubuhkan. Pada tahun 529, sebagian Basilika
Kelahiran dihancurkan oleh orang-orang Samaria
yang memberontak terhadap pemerintahan Kristen
Bizantium. Pada tahun 570 basilika direnovasi
dan diperluas oleh Kaisar Yustinianus. Pada
dasarnya, bangunan ini bertahan sampai sekarang.
Waktu Persia menyerang Tanah Suci (tahun 614),
semua gereja dan tempat suci Kristen dihancurkan,
tetapi Basilika Kelahiran luput, karena tentara
Persia melihat pada tembok utamanya sebuah
gambar dengan tiga orang Majus yang menyembah
Yesus. Berdasarkan pakaian para majus itu,
tentara Persia mengakui mereka sebagai warga
negaranya sendiri. Tembok-tembok basilika
aslinya dihiasi dengan mosaik-mosaik indah,
tetapi sekarang tinggal sisanya saja. Di sebelah
kanan basilika terdapat gambar silsilah Yesus
Kristus, sedangkan di sebelah kirinya ada gambar
ekaristi yang bersumber pada Yesus. Di lantai
utama basilika, di tempat yang sedikit lebih
rendah dari permukaan lantai, dapat dilihat sisa
mosaik yang berasal dari zaman Konstantinus. |
|
4.
|
Gua
Kelahiran Yesus
|
|
Masuk ke dalam Basilika Kelahiran, tepat di
bawah altar utama milik Ortodoks Yunani, ada
tangga turun memasuki Gua Kelahiran Yesus.
Tempat Yesus dilahirkan, ditandai dengan sebuah Bintang
Perak bercabang 14 dengan tulisan Latin,
Hic de Virgine Maria Iesus Christus natus
est (=Di sini dari Perawan Maria lahirlah
Yesus Kristus). Bagian ini adalah milik Gereja
Ortodoks Yunani. Di dalamnya terdapat 48 lampu
indah. Di sebelah kanan gua terdapat palungan,
dimana Yesus diletakkan setelah dilahirkan. Gua
ini merupakan salah satu bagian dari gua yang
besar. Dinding dari gua ini ditutup oleh pelapis
bergaya gereja timur untuk menghindari tangan
usil dari para peziarah yang seringkali
mengambil bagian dari batu gua sebagai
kenang-kenangan. Tempat ini merupakan tempat
yang otentik sebagai tempat kelahiran dari Yesus
Kristus, sang Juru Selamat Dunia.
|
|
5.
|
Gua - Gua Lain
|
|
Selain Gua Kelahiran, di bawah basilika terdapat
beberapa gua lain yang saling berhubungan.
Demikianlah ada Gua Kanak-kanak suci yang
dibunuh atas perintah Raja Herodes Agung (bdk.
Mat 2:16), Gua St. Hieronimus yang menetap di
situ sejak tahun 384 sebagai pertapa dan
penerjemah Perjanjian Lama ke dalam bahasa Latin
(terjemahan ini dikenal dengan nama Vulgata),
Gua Mimpi St. Yosef (bdk. Mat 2:13), Gua St.
Eusebius, murid St. Hieronimus, Gua St. Paula
dan St. Eustokhia, anaknya yang mengikuti
Hieronimus ke Tanah Suci dan mendirikan disitu 2
biara. Tidak jauh dari Gua Kelahiran (+ 300 m
dari Basilika Kelahiran ke arah barat daya) ada
Gua Susu. Menurut sebuah legenda, sebelum
mengungsi ke Mesir, keluarga Kudus menginap di
dalam gua itu yang kini telah menjadi kapel.
Maria menyusui Yesus di situ.
|
|
6.
|
Gereja
St. Katarina
|
|
|
Beberapa
gua yang disebut tadi terletak di bawah Gereja
St. Katarina, milik umat Katolik
Roma, yang didirikan
disamping Basilika Kelahiran pada tahun 1881. Di
gereja inilah, setiap tanggal 24 Desember
diadakan misa agung yang dipimpin oleh Patriark.
Patung kanak-kanak Yesus yang biasanya disimpan
di Gereja St. Katarina diarak-arak dengan meriah
lalu ditaruh di palungan di Gua Kelahiran Yesus
sampai hari raya Penampakkan Tuhan. Di samping
Gereja St. Katarina terdapat sebuah halaman
biara OFM yang bergaya neogotik. Di halaman itu
didirikan patung St. Hieronimus. Hieronimus pada
mulanya adalah penasehat Paus Damasus dari tahun
382-385. Setelah Paus Damasus wafat, ia pergi ke
Betlehem, mendirikan sebuah biara disana, dan
melanjutkan karya besarnya, yaitu menterjemahkan
Kitab Suci ke dalam Bahasa Latin. Terjemahannya
itu dinamakan Vulgata, yang hinga
kini masih merupakan naskah Latin resmi bagi
Gereja Katolik Roma dan banyak juga
diterjemahkan ke dalam Kitab Suci bahasa lokal
setiap negara, termasuk ke dalam bahasa
Indonesia. Sesuai dengan keinginan dari
Hieronimus sendiri, yaitu istirahat dekat dengan
tempat kelahiran Yesus, ia kemudian dimakamkan
di tempat ini.
|
|
7.
|
Padang Gembala dan
Gereja Para Gembala
|
|
|
Padang Gembala terletak di sebelah timur
Betlehem, di Bet Sahur. Menurut tradisi Kuno,
disitulah malaikat memberitakan kelahiran Yesus
kepada para gembala. Di daerah itu memang ada
beberapa gua, tempat perlindungan kawanan domba
serta gembala. Di atas salah satu dari gua itu,
pada abad IV didirikan gereja. Pada tahun 614,
gereja itu dirusakkan oleh pasukan Persia.
Sebenarnya ada dua Gereja Para Gembala. Di atas
yang satu berdiri kompleks para biarawan OFM (tahun
1953) dan di atas yang satu lagi ada gereja
milik umat Ortodoks Yunani (tahun 1985). Kedua
gereja berjauhan satu sama lain, tetapi
kedua-duanya didirikan di atas reruntuhan gereja
lama dari zaman Bizantium. Gereja Katolik
dibangun berkat bantuan umat Kanada. Gereja ini
berbentuk kemah para Badui. Nama gerejanya :
Gloria in Excelsis. Altar utamanya didukung oleh
patung gembala-gembala yang berlutut. Gereja
ditutup dengan sebuah kubah. Di bagian dalamnya,
pada kubah itu terdapat patung malaikat-malaikat
(bdk. Luk 2 :13-14), sedangkan pada
tembok-tembok gereja dapat dilihat lukisan yang
menggambarkan kelahiran Yesus, kedatangan para
malaikat kepada para gembala serta perjalanan
para gembala ke Betlehem.
|
|
8.
|
Kuburan Rahel
|
|
|
Sebelum sampai ke Betlehem, para peziarah dapat
mengunjungi Kuburan Rahel, istri Yakub, moyang
bangsa Israel. Rahel meninggal setelah
melahirkan Benyamin (bdk. Kej 35 : 16-20), lalu
dikuburkan dekat Betlehem. Di atas kubur itu
kemudian Yakub mendirikan sebuah monumen, sehingga
tempat kubur itu tetap diketahui dengan pasti
hingga saat ini. Berabad-abad lamanya
kuburan ini diziarahi oleh orang-orang Yahudi
maupun Kristen, khususnya di masa yang sulit.
Bangunan Kuburan itu kecil dan berkubah. Di
sebelah kanan Kubur Rahel, terletak sebuah kampung
yang cukup besar, yaitu Kampung Beit Jala. Di
zaman Alkitabiah kampung itu bernama Gilo, kampung
asal Ahitofel, penasehat terkemuka Raja Daud (II
Samuel 15:12). Daud dan Absalom menilai bahwa
nasehat-nasehat yang diberikan oleh Ahitofel
adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan
daripada Allah (bdk. II Samuel 16:23)
|
|
|
|
|
|
|
|