Home
 Prakata
 Profil Perusahaan
 Jasa Layanan
 Gallery Foto
 Info Tempat Ziarah
 Online Hotel Reservation
 Promosi
 Informasi Suhu rata-rata
 Hubungi Kami

 

PT. STELLA KWARTA WISATA
Kompleks B.H.P Blok F-30
Jakarta 13550 - Indonesia
Tel. : (021) 877 94 878
Fax. : (021) 877 94 877
Email :  

 

Keuntungan Tour | Tips Trik wisata | Syarat dan Kondisi Tour

 

LA SALETTE

PESAN BUNDA MARIA DI
LA SALETTE
19 SEPTEMBER 1846
(BUNDA REKONSILIASI) 


“Pergilah anakku....sampaikanlah warta pertobatan ini kepada seluruh umatku”


KABAR YANG AMAT PENTING

Pada mulanya ….

Pada tanggal 19 September 1846 Bunda Maria menampakkan diri di La Salette. La Salette adalah sebuah desa kecil di dekat Corps, kota kecil antara Grenoble dan Gap, Perancis. Desa ini dikelilingi oleh perbukitan dengan ketinggian 1800 meter. Selama musim dingin, daerah ini diliputi oleh lapisan salju yang tebal. Sedangkan pada musim yang lain, tempat ini adalah tempat penggembalaan ternak. Pada pertengahan abad 19 daerah ini dihuni oleh kurang lebih 600 petani miskin. Penyebab kemiskinan adalah panenan yang jelek dan banyaknya wabah penyakit. Di paroki itu seorang pastor melayani reksa pastoral tanpa banyak hasilnya. Hanya sedikit umat yang menghadiri ekaristi pada hari minggu. Pada umumnya orang pergi ke Gereja karena kebiasaan atau sebagai hal yang rutin belaka.

Bunda menyapa …

Dalam situasi yang menyedihkan itulah Bunda Maria menampakkan diri kepada Maximin Giraud dan Melani Calvat. Maximin saat itu masih berusia 11 tahun, sedangkan Melani berusia 14 tahun. Mereka adalah dua anak miskin dari desa La Salette, tetapi hati mereka polos, jujur dan sederhana. Kemiskinan membuat mereka kurang mendapatkan perhatian dari kedua orang-tuanya, termasuk dalam hal pendidikan. Mereka tidak sekolah sehingga tidak mendapatkan pelajaran agama, tidak bisa membaca dan menulis.

Hari Sabtu, 19 September 1846, ketika mereka sedang menggembalakan ternak, Melani berteriak ketakutan, “Memin, lihatlah di sana ada cahaya !”. “Dimana ?”, jawab Maximin seraya berdiri di samping Melani sambil melihat ke arah yang ditunjuk oleh Melanie. Mereka melihat ke arah yang ditunjuk oleh Melanie. Mereka melihat seperti ada matahari jatuh. Sinarnya berpijar, bertambah besar dan melingkar-lingkar. Tampak di sana seorang wanita duduk dengan kepala ditopang oleh kedua tangannya. Kedua sikunya bertumpu di atas lutut dalam kesedihan yang mendalam.

Wanita cantik itu kemudian berdiri dan berbicara kepada mereka, “Kemarilah anak-anakku jangan takut, aku datang kemari untuk menyampaikan suatu kabar yang amat penting”. Suaranya seperti musik. Wanita itu tidak berhenti menangis. Menurut Maximin, “Ia seperti seorang ibu yang kehilangan anak-anaknya yang kemudian lari ke gunung untuk menangis!”. Wanita itu kemudian menyampaikan pesan : 

“Kemarilah anak-anakku, jangan takut, aku datang kemari untuk menyampaikan kabar amat penting. 

"Jika umatku tidak mau tunduk, aku terpaksa melepaskan lengan putraku. LenganNya begitu berat sehingga aku tidak dapat menahannya lagi."

"Sudah demikian lama aku menderita karenamu! Apabila kau ingin agar Puteraku tidak meninggalkan kamu, aku terpaksa tidak henti-hentinya berdoa bagimu, dan kamu sama sekali tidak mempedulikannya."

"Bagaimanapun kamu berdoa, serta apapun yang kamu lakukan, kamu tidak akan pernah dapat membalas jerih payah yang telah kulakukan untukmu."

"Enam hari telah telah kuberikan kepadamu untuk bekerja, satu hari (hari ketujuh) kusediakan untukku sendiri dan aku tidak mendapatkannya. Inilah yang membuat lengan Puteraku begitu berat."

"Demikian juga apabila para tukang pedati menyumpah-nyumpah, mereka menyalahgunakan nama Puteraku. Dua hal inilah yang membuat lengan Puteraku berat."

"Kalau panenan gagal, kamulah penyebabnya. Tahun yang lalu hal itu telah kuperlihatkan kepadamu pada panenan kentang, tetapi kamu sama sekali tidak menghiraukannya. Sebaliknya apabila kamu jumpai kentang-kentang yang busuk, kamu menyumpah-nyumpah, menyalahgunakan nama Puteraku. Ini akan berlanjut, dan tahun ini, pada hari-hari Natal tidak akan ada kentang lagi”."

Wanita cantik itu terus berbicara, “Kalau orang bertobat, batu dan karang akan berubah menjadi gundukan gandum. Dan kentang akan tumbuh bertebaran di ladang. Apakah kamu berdoa dengan baik anak-anakku ?”. “Tidak nyonya”, jawab mereka berdua. 

“Ah anak-anakku, kamu perlu melakukannya (berdoa) sore dan pagi hari ; kalau kamu tidak dapat melakukannya dengan lebih baik, doakanlah paling tidak Bapa Kami dan Salam Maria, tetapi kalau ada waktu berdoalah lebih banyak."

Pada musim panas yang pergi ke Ekaristi hanya beberapa wanita yang sudah tua saja. Yang lain bekerja pada hari Minggu sepanjang musim panas. Dan pada musim dingin ketika mereka tidak tahu apa yang harus diperbuat, mereka pergi ke Ekaristi untuk mengolok-olok tentang agama …”.

Kemudian wanita cantik itu mengakhiri pesannya, “Baiklah, anak-anakku, sampaikanlah ini kepada seluruh umatku”.

Kemudian wanita itu mendaki di sebelah kiri dari sumber kecil. Di puncak, ia berdiri, kira-kira satu setengah meter ketinggiannya, lalu ia memandang ke langit, kemudian memandang ke bumi. Ia berputar ke arah Tenggara dan berdiri di tengah cahaya. Pelan-pelan ia menghilang.

APA JAWABAN KITA …?

Pater Berthier, pendiri tarekat Missionaris Keliarga Kudus (MSF) adalah contoh pribadi yang begitu antusias menanggapi pesan yang disampaikan Bunda Maria di La Salette. “Baiklah anak-anakku sampaikanlah warta ini kepada seluruh umatku”. Maka ia mendirikan tarekat MSF supaya semua orang bisa menerima pesan Bunda Maria dan mengalami pertobatan. Dan karena itu pulalah, kemudian Bunda Maria La Salette dijadikan sebagai pelindung Tarekat MSF.

Dalam tradisi tarekat MSF, bulan September dijadikan sebagai bulan untuk menghormati Bunda Rekonsiliasi. Tidakkah tradisi ini bisa dikembangkan menjadi tradisi seluruh umat ? Kita semua perlu terus mewartakan pesan pertobatan Bunda Maria La Salette kepada semua orang dan khususnya kepada diri kita sendiri.