|
Museum Yad Vashem yang terletak di Gunung
Herzel, Jerusalem merupakan tempat peringatan dari sebuah peristiwa kemanusiaan yang tak terlupakan abad
ini.
Yad va Shem yang artinya “Tangan” dan “Nama”, maksudnya adalah monumen
Nama, yaitu nama dari sekitar 6.000.000 orang Yahudi, termasuk 1.500.000 anak-anak yang menjadi korban keganasan Nazi Hitler pada masa Holocaust di
Eropa. Foto dan gambar tentang pengasingan, pelecehan serta pemusnahan orang Yahudi terpampang
disini.
Nama Yad VaShem yang diambil dari ramalan Nabi Yesaya :
”kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok
kediaman-Ku
suatu tanda peringatan dan nama-itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan
perempuan,
suatu nama abadi yang tidak akan lenyap” (Yes. 56:5 )
Jalan masuk ke dalam museum, dinamakan “Jalan bagi Orang-orang Kafir yang Tulus”, yang maksudnya adalah orang-orang bukan Yahudi dari berbagai negara yang telah membantu membebaskan orang Yahudi dari kekuasaan Nazi selama perang dunia ke 2 walaupun itu dengan mempertaruhkan kehidupannya
sendiri. Penghargaan ini diberikan dengan ditanamnya pohon – pohon di kiri kanan jalan
tersebut, salah satu dari pohon ini ditujukan kepada Oskar Schindler, seorang pengusaha dari Jerman yang telah begitu berjasa dalam membantu sejumlah orang Yahudi untuk tetap
hidup.
Apa yang dimaksud dengan Holocaust ? Holocaust adalah pengejaran dan pembunuhan secara sistematis dan terorganisir oleh negara terhadap 6.000.000 orang Yahudi dan juga target – target lainnya yang diarahkan kepada antara lain : Orang Gypsies,
homoseksual, orang-orang cacat, penganut “Saksi Yehova” dan lawan-lawan politik dari Nazi
sendiri. Pada saat itu Nazi membantai 2/3 dari jumlah orang Yahudi di Eropa dan 1/3 dari jumlah populasi orang Yahudi di
dunia.
Apa akar penyebab terjadinya Holocaust yang baru saja terjadi + 60 tahun silam ? Holocaust terjadi karena sikap “antisemit”
(kebencian terhadap orang Yahudi) yang telah terpelihara selama + 2000 tahun dalam berbagai bentuk seperti :
politik, ekonomi, sosial, agama dan ras. Kecemburuan terhadap orang Yahudi membuat anggapan bahwa Yahudi merupakan “Ancaman bagi Masyarakat Dunia”. Pubasangka terhadap orang Yahudi pun turut dipelihara oleh Gereja selama berabad – abad atas dasar bahwa orang Yahudi tidak menerima dan menyalibkan Yesus
Kristus.
Holocaust merupakan ekspresi paling dalam dari sikap antisemit yang telah tertanam selama berabad – abad di Jerman dan negara Eropa
lainnya.
Yang perlu kita lakukan sekarang bukanlah sekedar mengenang apa yang telah
terjadi, tetapi kepada semua orang saat ini, juga terhadap semua yang akan
lahir, memberikan kebenaran informasi, pemahaman dan pengharapan agar “Holocaust “ yang lainnya tidak akan pernah terjadi
lagi.
by Aldo |