Home
 Prakata
 Profil Perusahaan
 Jasa Layanan
 Gallery Foto
 Info Tempat Ziarah
 Online Hotel Reservation
 Promosi
 Informasi Suhu rata-rata
 Hubungi Kami

 

PT. STELLA KWARTA WISATA
Kompleks B.H.P Blok F-30
Jakarta 13550 - Indonesia
Tel. : (021) 877 94 878
Fax. : (021) 877 94 877
Email :  

Keuntungan Tour | Tips Trik wisata | Syarat dan Kondisi Tour


TEMBOK RATAPAN

Tembok luar di sebelah barat Bait Suci Yahudi disebut Tembok Ratapan, yang saat ini menjadi tempat paling suci bagi umat Yahudi dunia.  Menurut tradisi para rabbi, tempat ini dalam arti tertentu berperan sebagai pengganti Bait Suci. Di sinilah orang-orang Yahudi berkumpul untuk berdoa sejak zaman dahulu semenjak Bait Allah ke II dihancurkan oleh Romawi pada tahun 70. Tembok Ratapan ini sebenarnya adalah tembok bagian barat Bait Allah Kedua yang dibangun oleh Raja Herodes Agung pada tahun 20 sebelum Kristus, yang dalam bahasa Ibrani disebut “HaKotel Ha’Ma’aravi”, artinya tembok sebelah barat. Blok-blok batu berukuran  besar sekali dari zaman Herodes Agung I terletak satu di atas yang lain tanpa perbaikan selama kurang lebih dua ribu tahun. Setelah Bait Allah dihancurkan oleh Jendral Titus pada tahun 70 masehi sesuai dengan nubuat Yesus yang digenapi (Luk 19:41), orang Yahudi sebenarnya sudah tidak mempunyai tempat suci untuk beribadah lagi. Dan juga diingat bahwa pada tahun 123 masehi hampir sebagian besar orang Yahudi tidak diperkenankan lagi berada di daerah ini, mereka diusir keluar dari tanah ini ( mengingatkan kita akan berdirinya kota pagan Aelia Capitolina di atas Jerusalem dan juga Diaspora bangsa Yahudi ke seluruh dunia). Hanya sekelompok kecil orang Yahudi yang masih ada di daerah ini mencari sisa peninggalan dari Bait Allah dan mereka menemukan sisa tembok luar sebelah barat dari Bait Allah. Barulah mulai timbul kebiasaan untuk datang berdoa di bagian tembok ini yang telah berjalan hampir dua puluh abad lamanya sampai tahun 1948. Selama Yerusalem berada di bawah kuasa Yordania (1948-1967), orang-orang Yahudi tidak dapat berdoa di tempat ini. Tetapi setelah Yerusalem dipersatukan kembali, orang-orang Yahudi merubuhkan semua gubug di sekitar tembok ini, lalu membuka sebuah lapangan raya di sekelilingnya, sehingga sekarang mereka dapat berdoa dan berkumpul di sini dengan leluasa. Tembok Ratapan merupakan suatu atraksi tersendiri, sehingga selalu dikunjungi banyak Turis. Pada setiap jam, siang dan malam, tanpa peduli akan musim, di dekat tembok ini dapat dijumpai orang-orang Yahudi yang berdoa dan kadang-kadang memasukkan gulungan-gulungan kertas kecil ke dalam celah-celah batu. Pada gulungan kertas itu dicatat wujud doa. Tembok ini disebut Tembok Ratapan, sebab pada tembok inilah orang-orang Yahudi sampai sekarang berdoa & meratapi kehancuran Bait Suci sambil berharap bahwa suatu saat jika Tuhan memang berkenan, Bait Suci tersebut akan dibangun kembali, dan juga meratapi akan tersebarnya sebagian besar bangsa Yahudi di seluruh dunia.


WESTERN WALL TUNNEL

Setelah kunjungan dari Tembok Ratapan, peziarah yang ingin mempelajari dan mengetahui lebih dalam mengenai Bait Allah, dapat juga mengunjungi Western Wall Tunnel yang telah dibuka untuk umum (dengan reservasi khusus). Dengan menyusuri terowongan ini, berarti juga menyusuri keseluruhan panjang dari tembok barat Bait Allah dahulu.

Sejak dihancurkannya Bait Allah (Beit ha Mikdash) ke II oleh pasukan Romawi di bawah pimpinan Jendral Titus pada tahun 70 Masehi, maka orang-orang Yahudi tidak dapat lagi naik ke Bukit Muria (Har HaBayit) untuk berdiri di tempat dimana Allah hadir di dalam Ruangan Maha Kudus (Kodesh HaKodashim). Tahun-tahun serta abad-abad berlalu dan Tembok Barat (Ha Kotel Ha Ma'aravi), yang merupakan tembok yang terdekat dengan tempat Ruangan Maha Kudus dan salah satu bagian yang tidak berhasil dihancurkan oleh tentara Romawi, tetap berdiri dengan keseluruhan panjangnya yang tetap utuh. Tembok Barat ini menjadi simbol dari ribuan tahun sejarah Yahudi dan menjadi pusat perhatian serta kerinduan orang-orang Yahudi akan kejayaan masa lalu mereka. Pada tahun 1967, setelah Jerusalem Barat dan Jerusalem Timur dipersatukan, dimulailah sebuah proyek untuk memperlihatkan keseluruhan panjang dari bagian Barat Tembok Bait Allah. Ribuan ton tanah dipindahkan untuk memperilihatkan sebuah struktur bangunan yang megah, terdiri dari sebuah rantai bebatuan yang terbentang dari jaman Hasmonides sampai saat ini. Penggalian ini membuka keseluruhan panjang dari Tembok Barat sepanjang 488 meter dengan segala kejayaannya dan sebagai bukti historis keberadaan Bait Allah di Jerusalem. Kamar-kamar dan aula-aula ditemukan, juga ditemukannya sebagian jalan dari jaman Bait Allah yang kedua beserta terowongan air dari jaman Hasmonides. 

 


Western Wall Tunnel


Western Wall Tunnel